Catatan “Akhir” Piala Asia 2007

Officially Piala Asia 2007 memang belum selesai, baru mencapai semi final. Namun buat timnas Indonesia tentu sudah berakhir. Nama besar Jepang, Korea Selatan dan Arab Saudi serta kuda hitam Irak sebagai calon-calon finalis di Jakarta nanti belum cukup memancing gue untuk menonton langsung episode penutup Piala Asia tahun ini. Gue masih saja berandai-andai Indonesia menahan seri Arab Saudi pada penyisihan grup kemarin. Tapi menyesal memang tak berguna, apalagi usaha para punggawa timnas tidak bisa dibilang mengecewakan. Mereka tampil mengesankan, buat gue ini permainan terbaik timnas yang pernah gue tonton setelah gue terkesan dengan timnas primavera pra olimpiade 1996. Inget dong masa-masa awal kejayaan Bima Sakti, Kurniawan, Indriyanto dan teman-temannya. Sayangnya penampilan penuh semangat mereka belum cukup mengubah sejarah bahwa Indonesia ga pernah lolos dari babak penyisihan grup.

Tapi satu hal yang pasti, gue sebagai warga negara Indonesia dan penikmat sepakbola tentu ga mau ketinggalan menyaksikan timnas berlaga langsung di Gelora Bung Karno. Selain itu gue pengen merasakan atmosfer penonton yang luar biasa, gue pengen menjadi bagian di dalamnya. Alhamdulilah dari tiga laga tim merah putih gue berkesempatan nonton game Indonesia vs Arab Saudi setelah gue gagal mendapat tiket Indonesia vs Bahrain. Untuk Indonesia vs Korea gue ga terlalu maksain dapet tiket karena tau diri, kalo gue nonton kok Indonesia malah kalah ya hehehe..

Kembali ke stadion. Atmosfernya sungguh luar biasa. 88.000 penonton memadati setiap ruang yang ada. Buat gue bersama temen2 gue Dayat, Linggo dan Ngantuk yang berada di kategori 4, susah untuk nonton sambil duduk karena saking penuhnya. Tapi emang bukan kenikmatan menonton yang gue cari, tapi terlibat dalam suasana seperti ini yang gue inginkan. Orang Indonesia mana yang ga merinding mendengar 88.000 pendukung serentak menyanyikan lagi kebangsaan Indonesia Raya. Sata hal yang sulit ditemui puluhan tahun belakangan ini. Dan gue bangga menjadi saksi sejarah, meski sekedar menyaksikannya dari kursi seharga 15.ooo pada satu pertandingan.

GLORY GLORY SEPAKBOLA INDONESIA.

1 Response so far »

  1. 1

    rafeequl said,

    woi mane .. ko mandek postingannya ….


Comment RSS · TrackBack URI

Say your words