Gue bergerak. Setelah 3 bulan menunda laporan PKL gue mulai bergerak. Kemarin proposal laporan sudah selesai dibuat, baru saja diprint. Rencananya hari ini mau diajuin ke jurusan. Sementara Laporannya baru selesai sampai bab 2 : Landasan Teori huhu. Semoga aja hari ini lancar karena kalau tidak jelas mengganggu kegiatan lain ke depannya. Well wish me luck.
Archive for Campus
Wisuda Maret 2007
Sabtu 24 Maret 2007 tadi kampus gue melaksanakan wisuda pertama di tahun ini, next will be held on July and December. Beberapa teman gue mengikuti wisuda kali ini, mostly angkatan 2002. Diantaranya Dewi , Idot, Restu dan Fahmi (TI 2002) lalu Ilham salah satu senior DS ( TI 2000 ) terus Acha, Chandra, Muis, Probo ( SI 2002 ) juga ada Chandra (Agri 2001) dan teman2 lainnya. Selamat ya buat kalian semua, semoga ga kelamaan nganggur huehehe terus biar lanjut S2 okeh beibeh
Yang S2-nya di KUA jangan lupa undangannya kekeke..
Atas permintaan Restu gue ngeliput dia bersama anak-anak lainnya. Gokil juga. Serasa hari terakhir di kampus, seperti udah ritual buat yang belum lulus foto-foto bareng sang wisudawan biar ketularan cepet lulus termasuk gue hehehe. Smoga aja kekejar bulan juli ini. Amiin.

Ket : atas (Irfan, Tanta, Dikdik) bawah (Fauzan, Bari, Restu, Diah, Fahmi)
Video Profile dan PKL
Beberapa minggu yang lalu ditengah berbagai ketidakjelasan gue akan PKL, tiba-tiba Pak Yusuf (dosen praktek multimedia) ngajak gue buat ikut ngerjain proyek Video Profile Fakultas gue. Karena gue suka ya gue sanggupin aja sambil berharap semoga proyek ini bisa jadi PKL gue. Awalnya sih Pak Yusuf bilang ga bisa karena lingkup proyeknya terlalu kecil. Tapi ternyata setelah jalan dia bilang bisa-bisa aja tuh buat PKL gue. Bersyukurlah gue. Alhamdulilah.
Jadi proyek ini terlaksana karena Pak Yusuf ditantangin Rektor baru kampus gue ( Bapak Komaruddin Hidayat ) untuk membuat Video Profile UIN. Nah bergeloralah jiwa Pak Yusuf. Lalu dia ngajak beberapa mahasiswanya untuk gabung, tapi untuk pendahuluan bikin Video Profile Fakultas dulu. Kalo hasilnya bagus dan Pak Rektor puas mungkin bisa lanjut ngerjain yang Universitas. Doain aja yah
Lalu terkumpullah gue sama Restu (senior gue yang baru aja bergelar S.Kom) selamat ya tu. Gue sebagai videografer dan editor sedangkan Restu yang ngerjain animasi dan motion graphic. Well kolaborasi yang cukup apik, gue ngerasa asik aja partner-an ama dia. Jadilah gue sama Restu ngerjain di ruang Pak Yusuf dengan 2 buah komputer beserta koneksi high speed dan unlimited internet. Dan tahulah anda apa yang dilakukan 2 cowok bujangan yang ditinggalkan bersama 2 buah komputer dengan internet tak terbatas wakakakka.
Akhirnya dalam waktu sekitar seminggu lebih dikit Video Profile itu selesai. Gue senang, portfolio gue nambah satu, dan dapet donlot Heroes episode 16-18 beserta beberapa giga file-file lain penghilang stress hehe.
Sekarang tinggal harus rajin-rajin ngerjain laporan PKL-nya deh. Semoga aja selesai cepet supaya bisa cepet mulai skripsi pula. Amiin.
Midweek Madness
Bukan. Bukan karena senin kemaren gue kalah adu penalti di final dengan tragis. Bukan juga karena tugas-tugas yang belum selesai. Juga bukan karena PMS. Gue kan lelaki.
I’m lack of discussion. Gue menyadari kalo akhir-akhir ini gue lagi jarang ngobrol sama orang. Jarang diskusi. Otak jadi lemah dan hati pun sepi. Walau pacar setia menemani. Alaah. Paragraf yang aneh.
Gue kangen masa-masa awal kuliah. Kangen kegiatan-kegiatan kampus yang menyita waktu kuliah dan teman-teman yang masih sangat bersemangat berkegiatan. Bayangin, hampir tiap hari rapat-rapat kegiatan, koordinasi lah, gladi resik lah. Pusing-pusing nyari dana lah. Nginep di kosan teman gara-gara kemaleman. Besoknya pake celana kolor side b. Gue kangen itu semua.
Sekarang gue udah masuk akhir tahun ke-3. Semester 6. Kalo lancar tahun depan harus cabut dari kampus. Kuliah harus sudah di prioritaskan, ada KKN/S, lalu PKL, lalu skripsi. Belum beberapa mata kuliah dengan rating C (disunahkan mengulang). Dan bukan cuma gue yang menghadapi itu semua. Hampir semua teman-teman seangkatan. Sulit untuk kembali berkegiatan seperti dulu.Tapi tadi sore menyenangkan.
Ada pemutaran film rutin minikino di QB Kemang. Alhamdulilah gue bisa nonton ditemani Firman. Kompilasi S-Express dari Thailand. Pernah diputar di Jiffest 2005 kemarin. Ada diskusi pula walau cuma ngobrol-ngobrol santai. Bikin segar otak dan hati. Gue harus kembali sering-sering menghadiri pemutaran dan diskusi film. Nanti sore ada pemutaran lagi di QB Kemang. Dari in-docs. Judulnya Sister In Law. Semoga bisa nonton lagi. Sekarang tidur dulu. Agak bete karena AC Milan gagal lolos ke final. Selamat buat Ronaldinho. Kamu pantas melaju ke final.
Naik Gunung Salak
Awalnya karena ngiri mendengar cerita teman-teman akan betapa asiknya naik gunung, sementara gue cuma duduk bengong sambil membayangkan cerita-cerita mereka. Lalu terpacu kenyataan bahwa pacar gue adalah anak mapala yang sudah 15 kali naik gunung. Terus terbersit ide untuk bikin tugas multimedia dokumenter dengan judul “Explorasi Gunung Salak Bersama Explorer”
Ya. Jadilah gue naik gunung untuk yang pertama kali. Sabtu-Senin kemarin (8-10/04/06)
Persiapanpun dilakukan, langkah pertama adalah bertanya pada yang sudah pengalaman. Kaut adalah orang yang tepat (walau sayang sekali dia ga bisa ikut). Menurut Kaut kalo ke Salak yang harus sangat dipersiapkan adalah makanan yang banyak (cemilan), kaus kaki dan sarung tangan yang cukup guna mengantisipasi pacet dan dinginnya udara.
Sehari sebelum hari H gue belanja banyak cemilan karena menyadari hanya itu kontribusi yang bisa gue kasih ke anak-anak, selain dokumentasi tentunya. Gungun bawa tenda, Adam bawa matras, Maway dan Jabir berbekal pengalaman panjang. Tak lupa tentu gue bawa perlengkapan perang gue, Handycam dan Digital Camera.
Kita berangkat dari kampus ber-14 ( Gue, Gungun, Adam, Rulan, Ubay, Jabir, Maway, BUlet, Fahmi, Jawa, Iwan, Ratih, Desi dan Yuni ) naik 510 sampe Kp Rambutan. Dilanjutkan naik bis sampe Ciawi. Lalu numpang mobil bak dan diteruskan dengan nyewa angkot sampai kaki Salak.
Disini bencana terjadi. Sempat pede-pedenya jalan duluan karena merasa trek yang masih aspal itu sangat mudah dilalui. 15 menit kemudian gue tercecer di barisan belakang (plus carriel dibawain Fahmi huhu). Gila. kaki gue kaya mau copot, dan punggung berasa remuk. Gue terbaring dijalan. Sempet mikir kalo besok gue pulang aja daripada nyusahin anak-anak. Tapi semua pada nyemangatin gue.
“Tenang aja ta, kalo pertama emang kaya gini. Berat rasanya.” kata Rulan
Jabir mengambil alih carriel gue. Ubay dan Rulan ngajak becanda biar gue ga terlalu fokus ama capek.
Alhamdulilah. Malam pertama kita ngecamp dengan nyaman.
Esoknya, hari minggu. Kita berangkat naik tepat jam 8 pagi. Gue kembali semangat dengan carriel di punggung dan handycam ditangan. Di jalan datar oke-oke aja, tapi begitu jalan mulai menanjak gue ngos-ngosan. Kaki gemetar dan keringat segede biji salak mengucur deras.
“Kenapa ta? sini carriel lo gue bawain. Tukeran ma gue” tawar Jabir
Alhamdulilah, gue jadi bawa tas Jabir yang ga gitu gede. Gue kembali bangkit. Ga nyampe setengah jam kemudian gue ambruk lagi. Makin ngos-ngosan. Kali ini Bulet turun tangan.
“Sini deh gue bawain tasnya.” kata Bulet.
“Lah kan lo dah bawa tas?” jawab gue sambil ngeliat tasnya di punggung.
“Udah gapapa, dah biasa kok gue.” kata Bulet lagi
“Ooh yauda deh.. huhu..”
Anjrit si Bulet bawa tas depan belakang!! Padahal gue yang cuma megang handycam masi aja ngos-ngosan. Sementara jauh di depan tiga orang wanita (Ratih, Desi dan Yuni) berjalan dengan santai riang gembira dan bercanda-canda. Parah.
Setelah 3 setengah jam berjalan (sempoyongan). Sampe juga kita di daerah kawah ratu. Tempat terakhir yang ada air. Katanya sih masi sekitar 4 jam menuju puncak. Gue belom minat ke puncak. Yang kepikiran cuma gimana bisa tidur nyaman. Padahal tiba-tiba turun hujan.
Kita bikin tenda dan nyantaio sampe jam 4. Lalu turun lagi untuk kemudian ngecamp di tempat semula. Tadinya anak-anak banyak yang niat naik ke puncak. Tapi karena kondisi tidak memungkinkan apa daya.
Turunnya lebih horor lagi. Perkiraan kita turunnya akan lebih cepet dibanding naik. Tapi ternyata butuh 5 Jam untuk sampai kaki gunung. Hujan yang sebelumnya turun membuat genangan lumpur di mayoritas trek yang kita lalui. Bahkan dibeberapa titik dalamnya hingga di atas lutut. Bisa ditebak. Kaki sangat berpotensi menjadi sarang pacet. Gue yang sudah siap-siap dengan celana panjang dan kaos kaki bola cukup beruntung hanya diminati 2 ekor pacet. Bandingkan dengan Iwan yang kena 10 pacet huhu.
Malam itu setelah bersih-bersih badan gue bisa tidur dengan nyaman.
Senin pagi kita langsung pulang ke Jakarta. Setelah membeli oleh-oleh tentunya. Gue sih ikut-ikutan anak-anak aja beli emblem gunung salak. Sepanjang perjalanan gue tidur. Lalu sampe rumah dengan selamat jam 3 sore.
Alhamdulilah. Kesampean juga bisa menikmati alam ciptaan 4JJI ini dari dekat. Dan gue ketagihan. Semoga pendakian berikutnya gue dan Kaut bisa turut ikut.
RENRO Version 4: Unfinished Job
Selalu masalah itu datang ketika gue telah menyatakan bahwa apa yang gue kerjain telah selesai. Udah 4 kalinya begini. Sejak RENRO edisi 1 sampe 4, dan masalah selalu ketika majalah siap dicetak.. soo last minute..Kemaren hari senin gue udah seneng banget karena desain RENRO dah selesai gue layout, tinggal di kasi ke percetakan which is yang merekomendasikan adalah fakultas. Ternyata ada suatu miskomunikasi antara pihak kita dengan percetakan yang akhirnya berujung pada ketidak cocokan harga. Dan hargapun berlipat menjadi 2 kalinya huhu..
Setelah Heru ( Red Produksi ) konfirmasi sana sini, dengan Pak Juhro ( pemilik percetakan ) lalu Pak Wadud ( Pemimpin Umum RENRO ). Akhirnya gue ama Qohar ( PimRed ) balik lagi ke percetakan buat memastikan semuanya, sementara Heru mencari percetakan lagi buat back up.
Akhirnya gue dan Qohar sepakat untuk meneruskan nyetak di percetakan itu dengan beberapa pengurangan kualitas cetak, karena halaman dalam tidak dibuat dengan separasi. Well, lumayan tenang jadinya.. tapi tetap gue harus diskusikan lagi hasil hari ini dengan Pak Wadud. Semoga besok semuanya selesai.
Abis itu masih menunggu beberapa tugas lain, yak short documentary RENRO buat keperluan first aniversary belum selesai. Tadi Qudsi ( Redpel ) mondar-mandir sendirian ngewawancarain beberapa orang tanpa gue ( iya kan gue ke percetakan ). Ternyata beberapa orang penting ( kajur2 dan pudek ) lebih memilih untuk diwawancara besok dengan alasan tidak pede karena belum dandan dan penampilan acak2an hehehe..
“Waduh, pake handycam ya? besok aja deh ya.. saya lagi berantakan gini niih abis ngurusin akreditasi.. Besok deh, saya stay terus kok di kantor.. Oke!” begitu katanya huehehehe.. yaah masa ga pede sih pak..
Hmm.. hope all the things can be done well, mumpung level of passion lagi tinggi2nya nih hehehe.. Dan sepertinya ini postingan terakhir dengan umur berkepala satu..