Archive for Movie

THE SCIENCE OF SLEEP

Kapankah terakhir kali kamu berpikir terbuat dari apakah mimpi-mimpi yang selama ini menjadi bunga tidurmu?

Stephane Miroux akan menjelaskannya untukmu.

Stephane TV

Hi, and welcome back to another episode of Television Educative.

Tonight, i will show you how dreams are prepared.
People think i’s a very simple and easy process but it’s a bit more complicated than that.
As you can see, a very delicate combination of complex ingredients is the key.

First, we put in some random thoughts. And then we add a little bit of reminiscences of the day, mixed with some memories from the past.It’s for two people. Love, friendships, relationships, and all those “ships” together with songs yoe heard during the day, things you saw and also.. personal.

Okay, okay, i think it’s one. There it goes, yes, yes. Okay we have to run.

I’m talking quietly to not wake myself up..

The Science of Sleep. Another great movie from Michel Gondry yang -sialnya baru gue tonton beberapa hari yang lalu- padahal rilis dari Agustus 2006 kemaren. Agak heran juga film ini ga muncul di Jiffest yang lalu.

Buat gue film ini brilian, baik secara ceritanya maupun teknisnya yang lumayan banyak memakai animasi stop motion. Dalam beberapa adegan konsepnya mirip sama adegan-adegan di Eternal Sunshine of The Spotless Mind. Terutama cara dia memvisualisasikan dunia nyata dan mimpi Stephane Miroux (karakter utama film ini) yang paralel. Paham dong, secara film itu ditulis dan disutradarai juga sama Gondry.

Inti ceritanya adalah tentang Stephane Miroux, seorang graphic designer keturunan Meksiko dan Prancis yang baru saja ditinggal sang ayah yang kalah melawan kanker. Ia kembali ke rumah ibunya yang seorang pemilik apartemen kecil di Prancis. Stephane ini sejak kecil suka memparalel-kan antara mimpi dengan kenyataan. Dan dia menggambarkan mimpinya adalah apa yang dia susun dari Studio TV imajiner miliknya yang bernama Stephane TV dengan program acara “Television Educative”. Dan ia juga melibatkan Stephanie, seorang tetangga barunya yang ia suka (Stephane menyebutnya “My Dear Neighbour”) dalam setiap bait mimpinya. Fascinating.

Ceritanya tidak memiliki plot yang mengalir namun gagasan-gagasan fantasi nan imajinatif dari Gondry membuat film ini mejadi top of mind gue beberapa hari terakhir ini.

Musiknya ga kalah fascinating. Yang paling gue suka adalah lagu berjudul If You Rescue Me yang -pada filmnya- dimainkan Stephane bersama rekan2 kantornya di dalam mimpi.

Yang unik adalah, setelah gue cari infonya ternyata lagu If You Rescue Me ini adalah cover dari lagu Afterhours yang mana adalah -yes you right- one of the best song from VELVET UNDERGROUND.

Lucunya, beberapa baris liriknya diubah oleh Gondry, ini dia..

After Hours :

 If you close the door
 The night could last forever
 Leave the sunshine out
 And say hello to never

 All the people are talking and they're having such fun
 I wish this could happen to me
 But if you close the door
 I'll never have to see the day again

If You Rescue Me :

If you rescue me
I'll be ur friend for ever
Let me in your bed
I'll keep you warm in winter

All the kitties are playing nd they're having such fun
I wish it could happen to me
But if you rescue me
I'll never have to be alone again

Dan sudah dua hari ini lagu itu menemani gue meracik dan meramu mimpi-mimpi gue.

Comments (1) »

Habis Midtest terbitlah JiFFest

Somewhere in the darknes there’s a light that a can find..Udah lebih dari sebulan gue ga ngisi jurnal ini. Setelah jadi supir seminggu penuh sejak lebaran, begitu masuk kuliah langsung dihantam sama tugas dan Midtest yang bejibun. Sampai saat ini masih ada sekitar 3 mata kuliah yang belum Midtest dan beberapa tugas yang belum rampung juga beberapa tugas di luar kuliah.. ya, sampai detik ini..
Terkait dengan kegiatan gue sehari-hari, gue ngerasa gue berubah.. berubah dalam menyikapi hari-hari gue, entah kenapa gue terlalu memikirkan dan memusingkan semuanya, terutama kuliah.. Kata Rafik gue terlalu panik sama tugas-tugas kuliah, gue juga bingung , padahal dulu gue tergolong nyantai perihal kuliah tetapi semuanya selalu bisa diselesaikan dengan baik.. Tapi sekarang, gue jadi ngerasa terbebani sama kuliah.. itu ga boleh, dimanapun yang namanya mahasiswa pasti menghadapi tugas2 dan ujian2 yang ga gampang ( well kalo masalah gampang sih gimana ki ta nyikapinnya aja kali ya? )


Gue jadi ngerasa selalu kekurangan waktu, padahal seharusnya sebagai manusia kita ga boleh merasa sibuk.. semua hal yang kita hadapi pasti selalu disediakan waktu untuk menyelesaikannya.. tinggal bagaimana kita mengaturmya.. Ya lagi-lagi manajemen waktu, manajemen diri sendiri.. Gue rasa itu masalah gue sekarang, gue kurang bisa mengatur diri sendiri, dan hampir selalu berpandangan negatif pada semua hal.. Ohh maaann , keep positive doongg.. Bukankan gue dulu gue pernah bilang kalo ke-positifan-lah yang bisa mengatasi semua masalah.. Well, i think i have to try to reach it, to reach the positivity.. We’ll see..

Untunglah akhir bulan ini datang berita yang sangat menggembirakan, JiFFest 2005 telah tibaaa.. Im waiting for 9 – 18 December 2005 by now.. Haha.. thats my light.. Gue dah lama ga ngecek situsnya di www.jiffest.org ternyata dah komplit informasinya.. Sepertinya lebih terkonsep katagori-katagorinya.. Dan film dokumenter sangat ditonjolkan tahun ini, secara kuantitas jumlah filmnya memang sedikit berkurang dari tahun lalu, tapi kalo gue liat film-filmnya.. anjrit napsuin semuaa..

Ada yang berbeda, pertama Djakarta theater kembali berpartisipasi sebagai tempat pertunjukkan ( sangat menguntungkan dari segi transportasi – mudah dicapai pake transjakarta ). lalu Instituto Italiano di Cultura dan GoetheHaus juga.. Yang paling beda mungkin adalah sistem ticketingnya.. Pake membership cards, jadi kalo mau beli tiket sebelum hari pemutaran kita harus beli membership card yang terdiri dari Gold Card ( 10 film seharga Rp 100.000 ), Silver Card ( 5 film seharga Rp 65.000 ) dan White card ( 2 film seharga Rp 30.000 ).
Kemaren habis jemput bokap di stasiun Gambir gue mampir ke Aksara Kemang buat minta katalog dan beli tiket, eh ternyata gue ketemu Edmond.. si panitia Ticketing yang selelu gue temuin sejak 3 tahun belakangan.. Padahal biasanya dia di TIM.. Wahh seneng banget ketemu lagi, bisa minta rekomendasi lagi nih ( secara dia kan udah nonton beberapa filmnya ). Langsung saja gue stabilo-in judul2 fil m yang dia rekomendasikan.. Gue ga langsung beli tiketnya, cuma minta 3 buah katalognya.. Karena bagian tersulit adalah memilih film dan mencocokannya dengan waktu yang gue punya.. Itu akan memakan waktu lama, dan gue memilih untuk melakukannya di rumah.. Semoga gue bisa manfaatin JiFFest tahun ini dengan maksimal..
Oiya kelupaan.. Mohon Maaf Lahir Batin dan selamat hari raya Idul Fitri 1426 H.. hehe telat banget yah..

Comments (2) »